Selasa, 06 Agustus 2013

Profil Kota Pontianak I

Profil Kota Pontianak - Lalu Lintas

Sudah hampir delapan bulan saya tidak nulis di blog ini, semenjak saya pindah ke Pontianak sulit tumbuh niat untuk nambah posting di kbbostrike.blogspot.com. Blog bebas tanpa konsep mau ngomong apa deh, dan beberapa upload gambar yang sudah mulai hilang.
Ada Baiknya kita membahas tentang kota yang sudah 8 bulan saya tempati ini, Pontianak. Untuk kepentingan pekerjaan saya hijrah ke Pontianak. Awalnya serasa berat meninggalkan Jakarta, tempat tinggal saya selama empat tahun. Perlu diketahui, saya sedih meninggalkan Jakarta. Seburuk gimana Jakarta tapi tetap memberikan kenangan, terutama ketersediaan berbagai macam kebutuhan disana.
Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, jangan pernah membayangkan atau dibanding –bandingkan dengan kota kota di jawa! Kalimat perintah saya tadi semoga  berputar terus dipikiran pembaca. Kali ini saya bahas tentang lalu lintas di Kota Pontianak.
Kotanya tidak terlalu besar, akses jalannya bias dibilang minim untuk memenuhi jumlah penmakai jalan raya di kota ini. Pemkot juga tidak mendukung dengan ketersediaan angkutan umum. Saat pertama saya samapi di Pontianak, temen kantor saya langsung bilang “harus punya kendaraan sendiri”. Yak betul sekali. Mulai dari sector paling penting buat pendatang, Bandara Supadio. Dari bandara menuju kota hanya ada taxi. Kebanyakan taxi di Pontianak bukan sedan kaya di jawa, melainkan mobil kancil, Daihatsu Cherry kalau tidak salah. Tarifnya tinggi tidak dibarengi kenyamanan menggunakannya.
Ketersediaan jalan, teransportasi umum, dan yang terakhir dang yang paling merusak adalah etika masyarakat berlalulintas di jalan. Perlu di ketahui pengendara motor di Pontianak (termasuk sebagian pengendara mobil) bahwa di jalan raya itu ada aturan hukum dan etika yang musti di junjung tinggi, tidak cukup setinggi Tugu Khatulistiwa atau bahkan setinggi tanaman lidah buaya. Saya yakin lebih dari 90% pendatang merasakan ketidaknyamanan lalu lintas di Kota Pontianak.
Pelanggaran-pelanggaran apa yang sering dilakukan, berikut saya jelaskan satu persatu. Pertama, tidak berhenti di lampu merah. Tindakan ini bahkan dilakukan di perempatan jalan raya yang merupakan perempatan besar atau terbesar di kota. Saya yakin mereka tidak buta warna, saya yakin mereka sadar itu merah, merah artinya berhenti, atau mereka punya hukum adat sendiri menyikapi warna merah. Bapak-bapak, ibu-ibu, abang-abang, mbak-mbak, adek-adek, ibu-ibu boncengin balita, abang-abang boncengi cewek pake hot pants, berbagai macam bentuk pelaku lalu lintas melakukannya, menerobos lampu merah. Pernah suatu saat saya hanya seorang diri motor yang berhenti di lampu merah da nada beberapa mobil yang berhenti. Motor-motor yang lain main tabrak lampu merah, begitu juga dengan sebagian mobil. Rasanya saya harus pasang muka snob untuk acuh atas kendaran kendaraan yang berada di jalur saya dan tetep jalan ketika lampu merah. Fvckyou lil cunts, im stop anyway.
Kedua. Mengabaikan marka jalan. Tidak semuanya melanggar lampu merah, adakalanya beberapa berhenti saat lampu merah. Senang rasanya ada yang satu konsep dengan saya tentang warna merah. Tapi tidak serta merta sama konsep, masih aja mereka berhenti di luar batas marka jalan. Di lampu merah terlihat berantakan sekali, seperti ingus yang baru dihempaskan ketanah. Sering saya berimajinasi, tiba tiba ada truk kontener lepas kendali lali menghempas orang yang berhenti didepan marka lampu merah. Sedangkan dibelakang marka selamat. Mereka yang berhenti di depan marka sah hukumnya untuk ditabrak. Betapa jahatnya saya menyikapi ketidakteraturan.
Ketiga, tidak memebrikan kesempatan orang menyebrang jalan. Bila anda hendak menyebrang, tidak peduli membawa kendaraan atau jalan kaki, saya yakin anda akan menemukan kesulitan berarti. Orang tidak mau ngalah, bahkan ketika hamper berhasil menyebrangi jalan pun lawan jalan kita sungkan berhenti atau mengurangi kecepatan, kebanyakan malah menambah kecepatan. Intinya tidak mau mengalah. Pelakunya tidak hanya abang-abang berwajah seram, melainkan semua tipe manusia dalan berbagai  lapisan masyarakat. Pernaha ada teman saya (pendatang) habis dari masjid hendak menyebrang, konsisinya sama, kesempatan sulit. Ketika dia merangsek ada motor yang dikendarai mbak mbak (biasanya mbak mbak naik motor pakai celana legging/hotpants, kaos ketat motif kembang/kemeja tanpa lengan yang tipis, helmnya terleihat kebesaran, pakai wedges, main hape sambil naik motor). Si mbak tadi teriak “Abang ini nyari mati!”. Antiketeraturan dan penilaian benar-salah telah berubah, saya sedih.
Pernah saya renungkan mengapa banyak masyarakat  melakukan ketidakteraturan dalam berlalulintas, saya berpendapat bahwa mereka melakukan ini karena aroganisme. Aroganisme macam apa? Aroganisme bahwa mereka 100% yakin bisa membawa dirinya selamat dengan sikap apapun yang dia lakukan di jalan. Tapi maslahnya bukan disitu, maslahnya adalah orang lain terganggu dan terancam dengan sikap arogan di jalan raya.
Mungkin akan banyak yang bertanya “jadi kondisinya kaya lalulintas di Jakarta?”, akan saya jawab “Tidak”. Pengendara motor di Jakarta melakukan pelanggaran hukum dan etika lalu lintas karena terlalu padat dan habis ruang gerak mereka. Saya yakin mereka sadar dan tahu mereka seharusnya tidak melanggar kalau masih ada ruang. Tapi saya tida menganggap mereka benar. Di Pontianak berbeda, ruang gerak masih luas. Kemacetan hanya di titik tertentu dan jam tertentu, tidak banyak.

Polisi lalulintas sesekali mengatur lalu lintas, sebagian orang takut karena keberadaan polantas, sebagian lagi masa bodoh. Ketika murni tidak terlihat polantas, disitulah sikap paling alamiah dari lalulintas Pontianak. 

Dari lubuk hati tulisan ini saya buat bukan untuk menrendahkan suatu atau beberapa pihak, tulus dari hati terdalam saya ini tercipta keteraturan di Kota Pontianak.

(ilustrasi menyusul)

Senin, 08 Oktober 2012

Kakak Ajari Aku Bermain Tennis

Tiba -tiba saya pengen bisa bermain tennis. Tennis itu wow, tennis and style. Tennis dengan kemegahan sejarah dan eksklusivitas wardrobe yang melekat terhadapnya. Bukan modern tennis, tapi classic tennis. Tennis dunia pada era 70's dan early 80's.
Grand Slam dan Wimbledon ungkin sebagai 2 teratas kompetisi tennis dunia yang menjadi perhatian orang. Seperti yang saya sebutkan diatas, pada era 70's dan early 80's kita mendapat 2 nama besar, yaitu Bjorn Borg (Sweden) dan John McEnroe (US). Berikut penampakan 2 master ini :


Damn fuckin cool style was that! Kalau melihat penampilah 2 orang ini lalu kita melihat penampilan petenis era saat ini, apa yang saya pikir "todays tennis style is such a bunch of shit". Logis sebenernya kalau desain pakaian dan sepatu (yang saya sebut style) semakin futuristik dan berbalut berbagai macam teknologi. Tapi dari segi estetika sangat mundur jauh.

Coba saya absen dulu brand tennis aparel (include shoes) pada masa tersebut. 
1. Fila
2. Sergio Tacchini
3. Adidas
4. Ellese
5. Nike

Sebenarnya bukan spesifik brand tersebut ada pada era 70's dan earlu 80's, tetapi pada era itu mereka punya special touch dalam membuat desain aparel, estetika.

Coba kita tengok style tennis era masa kini, berikut Rafael nadal dengan Nike

yeah, shit uh?

Terlihatlah perbedaan dalam bersetetika aparel dalam olah raga, tennis.

Coba kita tampilkan Aparel dan Sport Equipment yang penus estetika, the classic one!












Sungguh saya ingin belajar tennis dan begaya seperti master-master diatas, tennis with good taste style. Sunggu juga sesuatu yang menarik jika bisa mengumpulkan beberapa terman dan bisa menyatukan visi dalam hal ini, bermain bersama kita bangkitkan tatanan kultur yang telah lama ditinggalkan dalam dunia tennis bertennis.

Kamis, 27 September 2012

cookies tin package

Suatu saat belum lama ini saya harus menyiapakan sebuah pemberian untuk seseorang. Mencoba keras untuk mimikirkan konsep yang cantik untuk sebuah pemberian. Bagaimana menciptakan konsep bagus untuk sebuah pemberian tidak lah mudah, bagi saya. Pengalaman dalam bidang beri memberi bukan menjadi sesuatu yg sering saya lakukan.

 Pemberian barang "usefull" mungkin udah saya kesampingkan, terlalu banyak risiko. Pemberian macam barang "usefull" terlalu riskan apakah barang tersebut benar-benar akan dimanfaatkan oleh penerima atau hanya menjadi barang simpanan. Lalu ang saya pikirkan adalah sebuah pemberian berupa barang koleksian. Wow, tapi yang namanya barang koleksian itu pasti mahal. Lalu saya kerucutkan menjadi simply collectible things. Oiya kesan oldskool harus ada, maka tema pemberian menjadi simply vintage collectible things.

 Bagaimana mencari ide aplikasi konsep simply vintage collectible things? saya lakukan bersama Google dan ke beberapa store yang saya anggap mumpuni tentang konsep saya ini. Surfing liar via Google menghasilkan beberapa gambar mendekati harapan. Oiya, sebenarnya konsep lebih mengkerucut lagi dengan imbuhan England/British/London, yaitu menjadi England/British/London simply vintage collectible things. Yep kental nuansa Inggris era 60's 70's. Tentunya termasuk victorian art.

 Kunjungan toko saya lakukan ke Gramedia, yep yang saya cari adalah stationary yg bisa saya olah atau sudah cukup mumpuni untuk masuk tema. Akhirnya cuma dapet kotak pensil, sketchbook, pensil, dan kertas kado. Kunjungan ke toko selanjutnya saya lakukan ke Aksara Kemang. Toko in benar benar wow. Beberapa barang import masuk dalam kategori barang yg saya cari. Namun, harga berbicara. Terlalu tinggi untuk saya beli barang-barang tersebut. Namanya juga kunjungan, maksud kedatangan ke aksara ya mendapat inspirasi saja, sukur-sukur dapet barang bagus harga murah. Intinya saya mengadopsi beberapa ide dari barang-barang disana.

 Sampai rumah (kost) makin liarlah saya googling sana sini. Dapat deh itu beberapa large image JPG gambar yg saya butuhkan. Ada dua site yg menawarkan vintage poster bernuansa british yg sesuai kebutuhan saya. Download-simpen-edit-simpen-cetak. begitulah tahap selanjutnya. Beberapa gambar perlu dilakukan manipulasi untuk menutupi kekurangan gambar asli.

 Intinya saya gunakan gambar-gambar tersebut untuk : 1. Small poster/wrap atau collectible card (saya juga bingung nih) 2. Birthday card semacam postcard 3. Cover sketch book. Gambar-gambar tersebut saya cetak juga deh akhirnya, nyetak di snapy (mainstream babget nih). 4 cetak A3 dan 1 cetak stiker A4. well done, potong potong lalu bawa pulang.

 Oiya ada tambahan 1 stuff lagi, box jam pasir bergambar vitorian paint. Benda yang satu ini bisa dibilang kebetulan proses dapatnya,karena tujuan awal bukan jam pasir. Satu lagi pelengkap dari segalanya adalah kaleng kue bernuansa victorian. kaleng kue persegi bergambar victorian. Pada awalnya saya nyari kaleng kue di Jalan Surabaya, Menteng, namun pedagang disana sepertinya hendak baik haji dengan cara lebih instan. Harganya kaga nahan. Kaleng kue usang dibuka harga 150ribu, ada juga yang lebih bagus dihargai 250ribu. Lalu saya putuskan beli kue baru di swalayan deh. Dapatlah kaleng kue persegi ukuran A4++ dengan harga wajar, dan berisi kue.

 Yup, seperti ini penampakan cookies tin package produksi saya

 

Saya suka birthday card yang satu ini.







Minggu, 30 Oktober 2011

Kongsi Nampak Pernah Jaya

Dulu, dulu sih ada waktunya sebuah kongsi yang saya ciptain nampak berjaya dengan adanya foto ini






Semacam sneakers dan trainers addict. Poto ini diambil oleh teman dan karena menghargai jasa semi profesionalnya, saya kasih sebungus amild atas jasanya.
Semakin hari semakin ke arah masadepan,
udah ga secemerlang dulu lagi deh. Bangga lah yah projekan iseng iseng berbuah hasil :D

Jumat, 21 Oktober 2011

2012 semarak topi pancing dan semangat madchester



Kabar gembira di bulan oktober, legenda britpop dari manchester, salah satu dari sekian yang melegenda, The Stone Roses. Ian brown, Mani, Reni, John Squire. Setelah bubaran pada tahun 1996 setelah henkangnya Reni pasca album secondcoming. Dan memburuknya komunikasi Ian dengan John pasca bubuaran, seakan g ada kemungkinan mereka untuk bersatu lagi.

dilansir dari jakartabeat.net, tulisan Irwin Ardy, gitaris Bangkutaman bahwa sebuah perjalanan band lokal hampir sama dengan perjalanan The Stone Roses, yaitu Bangkutaman. namun tepatnya bangkutaman lebih cepat reuni dari pada The Stone Roses. Namun jangan coba setarakan bangkutaman dengan The Stone Roses. Personel Bangkutaman adalah pemuja The Stone Roses bukan mereka saling merival seperti Blur dan Oasis.

Saat ini juga, postingan wikipedia sudah berubah jika kamu seach The Stone Roses. Kabar reuni tersebut juga dicantumkan dalam paragraf ketiga. Bahkan, image tercantum dalam wikipedia pun foto Ian, John, Mani, dan Reni setelah pers conference reuni mereka.



terlihat kan ya setelah 15 tahun bubar lalu bersatu di 2011 chemistry udah terbentuk lagi. Harapan besar mereka menghasilkan satu album di reuni ini dan tour dunia mampir jakarta. Amin lah ya :)

Minggu, 16 Oktober 2011

a limited edition couple classic race relay olympic tshirt

dengan memilih dan menimbang banyak kenangan indah di tahun 2011, apalagi kalo yg mendapat anugrah pacaran kayanya musti dibuat footage yang berarti. entah dari nilai pertemanan atau pacaran. dengan menimbak sisi classic oldskool athletic yang biasa diusung adidas dalam maha desainnya, maka saya ciptakan pula suatu desain kaos berpasangan boleh untuk pasangan pertemanan, percintaan, percintaan normal, lesbi atau gay. tapi saya sarankan jika ente harus tetap pada jalur sexual yang semestinya.

desain ini saya tujukan untuk self konsume, pasalnya g munkin bisa sebeken projekan kaos blok tetangga (fantasimatahari.blogspot) karena matahari adalah sosok terkemuka di dunia perblogspotan tanah air.






yang ijo lebih keamerikalatinan dan vintage. sedangkan yang biru lebih europic. tergantung selera